Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 November 2017

PASUKAN JOERAGAN ARTIKEL JADI SALAH SATU ALASAN SAYA HARUS PULANG!


Perasaan berat sempat singgah dihati saya ketika harus meninggalkan kota Bandung. Terbayang beratnya hidup di tanah rantau jauh dari keluarga, saudara dan teman dekat. Membuat langkah saya untuk merantau penuh dengan ketakutan menghadapi hidup di sana.

Kesendirian sering menggelayut dipikiran. Wajar sih dan untuk mengambil keputusan merantau dibutuhkan keberanian dan tekad, tidak sekedar asal ikut tanpa sama sekali siap menghadapi konsekuensi di tanah rantau.

Semua itu sirna seiring berjalannya waktu, Alhmdulillah saya semakin kerasan tinggal di sini bahkan jika diizinkan ingin selamanya menetap di sini.

Tetapi setelah bergabung lebih dekat dengan komunitas JA, saya berubah pikiran. Saya mendapat alasan untuk segera pulang ke Bandung! Betapa bahagianya jika bisa berkumpul dan bertemu dengan Teh Indari, Ummi Aleeya dan team Inscript serta komunitas pasukan Joeragan Artikel (JA) yang keceh-keceh!


Saya menyesal kenapa selama di Bandung, tidak membuka diri dan hanya terkukung dengan ketidakberdayaan. Jauh dari kata Belajar, Bertumbuh dan Berkomunitas.
Bersama komunitas pasukan JA saya seperti menemukan "rumah yang sebenarnya" rumah yang para penghuninya, satu visi dan satu misi! Meskipun berbeda latarbelakang dan alasan bergabung namun tetap kita disatukan dengan tujuan yang sama yaitu Ingin Mengasah Kemampuan Menulis dan Berbisnis!

Layaknya sebuah rumah yang berdiri kokoh, rumah JA memiliki beberapa kamar. Yap! Kamar tempat kita digodok dan ditemap agar menjadi perempuan yang semakin berkualitas dalam mencari peluang bisnis dan semakin cemerlang karir menulis kita. Hingga bisa berpenghasilan hingga jutaan rupiah tanpa hatus meninggalkan tugas utamanya mengurus anak dan suaminya.

Berikut kamar pasukan yang ada di komunitas JA:

1. Pasukan Blogger

Para perempuan diberdayakan untuk bisa mem"branding" dirinya agar semakin mahir dalam menulis. Yap, menjual jasa penulisan saat ini semakin dilirik oleh para pengusaha dan perusahaan. Selain karena semakin pesatnya media sosial dan internet, membuat habbit kita pun berubah.

Banyak yang melakukan aktifitasnya di dunia maya, sehingga semakin banyak penghuni dan pemakainya maka dunia tulisan terutama blog semakin berpeluang besar dan berpotensi.

2. Pasukan Endorser

Masih terkait dengan bisnis yang semakin diminati para pengusaha terutama UMKM yang memakai jasa para Endorser untuk memperkenalkan produknya lebih dekat kepada masyarakat.

Selain lebih praktis dan ekonomis buat para produsen dalam hal promosi ternyata pencapaiannya luar biasa, akhirnya banyak produsen yang sukses menaikkan omzetnya setelah menggunakan jasa Pasukan Endorser.

3. Pasukan Reporter

Bersamaan dengan kecangihan teknologi, saat ini banyak orang yang berpeluang besar untuk mencari sumber berita. Misal ada kecelakaan, kebakaraan atau hal-hal yang tidak biasa lainnya bisa langsung dilaporkan melalui media sosial.

Namun pulsnya di sini kita diajarkan etika-etika seorang reporter agar kita tidak asal dalam melaporkan suatu peristiwa.

Selanjutnya, hasil reportase kita di posting di blog atau bahkan dikirimkan ke berbagai media online.

Waah, di- JA banyak cara dan pilihan untuk kita berkembang dan berpenghasilan, tanpa meninggalkan tugas utama kita. Yuk, tinggal pilih menjadi bagian dari perubahan zaman atau tertinggal dan tak menjadi apa-apa.  

Kamis, 14 September 2017

Belajar Pola Belajar Anak Day 8




Setelah melakukan pengamatan, melihat dan mendengar serta terlibat secara langsung dalam aktivitas bersama anak-anak. Dan tidak lupa juga memohon petunjukNya agar diberikan kejernihan dan kejelian mata dalam melihat potensi unik anak-anak.
Hanif setelah melakukan pengamatan pada gaya belajarnya, akhirnya kami menyimpulkan dia termasuk pada gaya belajar kombinasi Auditory dan Kinestektik. Ini berarti dalam mengajaknya belajar saya tidak bisa langsung dan saklek, tetapi harus melalui dongeng serta dilengkapi dengan alat peraga atau menunjukan sesuatu yang dia suka dan minati.

Selasa, 12 September 2017

Belajar Memahami Pola Belajar Anak Day6



Edisi : Hasil Pengamatan

Ternyata pola belajar Hanif lebih dominan auditory daripada visual, seperti kakaknya. Dari hasil pengamatan Hanif memang sering meminta dibacakan dan didongengkan sebuah cerita dari pada dia harus membaca langsung. Daya ingatnya pun panjang, dia akan selalu berulang menceritakan kembali apa yang sudah saya baca atau suatu kejadian tertentu. Namun berbeda jika dia langsung disodorkan sebuat deretan abjad atau huruf dia akan mudah sekali lupa.

Senin, 11 September 2017

Belajar Memahami Pola Belajar Anak Day5



Edisi : Memahami Pola Belajar Auditory
Alhmdulillah sudah memasuki day 5 setelah kemarin membahas dan mengamati gaya belajar Visual. Hasilnya ternyata Annisa lebih dominan dari pada Hanif. Nah, sekarang kita mencoba mendefinisikan terlebih dahulu gaya belajar selanjutnya yaitu pola belajar Auditory. gaya belajar auditori, mengandalkan pendengaran sebagai menerima informasi dan pengetahuan. Anak tipe tidak masalah dengan tampilan visual saat mengajar, yang penting adalah mendengarkan pembicaraan guru dengan baik dan jelas. Maka tipe auditori biasanya paling peka dan hafal dari setiap ucapan yang pernah didengar bukan apa yang dilihat.
Berikut ini isian untuk pengamatan  day5 ini :


Sabtu, 09 September 2017

Belajar Memahami Pola Belajar Anak Day3

Edisi : Hasil Pengamatan Day2

Sebelum memasuki tantangan hari ke 3 saya sampaikan hasil pengamatan saya dan suami terhadap anak-anak, berikut laporannya:

Kendala tipe belajar model visual:
Tidak suka berbicara di depan kelompok dan tidak suka mendengarkan orang lain
Tahu apa yang harus dikatakan tapi tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata
Ditandai dengan sering terlambat menyalin pelajaran di papan tulis dan tulisan tangan berantakan
Sering lupa jika harus menyampaikan pesan secara verbal kepada orang lain
Biasanya, kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan

Gaya belajar visual merupakan cara belajar di mana ide, konsep, dan data atau informasi lain ditangkap dan diproses melalui gambar visual dan teknik-teknik.

Jumat, 08 September 2017

Belajar Memahami Pola Belajar Day2


Edisi : Memahami Gaya Belajar Visual

“Didiklah anak-anakmu,
karena mereka akan hidup pada zaman
yang berbeda dengan zamanmu,”


Pesan Khalifah Kedua Umat Islam, Umar bin Khaththab diatas adalah pesan yang sungguh sangat singkat dan mudah diingat namun terasa sulit untuk diaplikasikan. Karena para orangtua tidak bisa hanya mendidik secara feeling dan mengalir begitu saja. Perlu mendalami berbagai ilmu tentang perkembangan anak-anak dan yang terpenting koneksi kita kepada Sang Pemilik anak selalu terhubung dengan baik.

        Tantangan kedua adalah menganalisi, mengamati dan mendefinisikan Gaya Belajar Visual. Apa dan bagaimana gaya belajar visual itu. Apakah Hanif dan Annisa dominannya visul? Mari kita cari definisi Visual yang sebenarnya dulu. (Biar saya benar-benar paham juga hehe..)
Saya mengutip dari situs belajarpsikologi.com definisi Gaya belajar Visual: