Rabu, 19 Juli 2017

Melatih Kemandirian Day7


Fase: Konsistensi

            Pada awalnya kita merasa memulai sesuatu itu sulit namun ternyata ada yang lebih sulit dari itu, yaitu menjaga Konsistensi  setelah rencana tertata rapi dan terlaksana pada hari pertama dan seterusnya ternyata mandeg di hari ke tujuh. Mmmh… Banyak alasan yang mereka kemukakan “Ntar deh..!” Jadinya hari ini semua seperti semula. Oke deh istirahat dari rutinitas sepertinya memang perlu.. Baiklah!

#Day7
#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari


Melatih Kemandirian Day6



Fase: Hati-hati dalam melakukan sesuatu!
         

   Pagi itu Annisa menghangatkan ayam serundeng untuk sarapannya, namun tiba-tiba terdengar teriakan! Saya kami menghampirinya ke dapur, dia terduduk menahan sakit. Saat kami tanya kenapa, ternyata tangannya tak sengaja bersentuhan dengan pinggiran teflon yang panas. Jadilah pagi yang memilukan untuknya, karena harus menahan sakit dan perih ditangan kanannya. Sebagai pertolongan pertama saya oleskan salep untuk luka bakar, perlahan tangisnya terhenti namun tetap sesegukan.
            Melakukan perkerjaan apalagi di rumah memang rentan sekali bersentuhan dengan bahaya. Namun kita harus mengajarkan anak-anak untuk waspada dan hati-hati jika mengunakan barang-barang elektronik, listrik, kompor yang menyala, dan beragam peralatan dapur yang tajam seperti pisau, parutan dll.
Mulai saat ini harus ber hati-hati yaa!

#Day6
#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari


Senin, 17 Juli 2017

Melatih Kemandirian Day 5



Fase: Suka Mengerjakannya!

Annisa calon koki hebat! Dia sangat senang memasak apa saja, pintar mengulek bumbu dalam cobek dan juga pandai berinovasi berbagai hal makanan. Terakhir dia mencoba pizza yang bahan utamanya bukan adonan tepung atau roti tetapi nasi. Idenya begitu saja meluncur, saat ada nasi yang tinggal beberapa centong di magicom. Lalu dia mencampurnya dengan beberapa bahan yang sengaja selalu saya sediakan dikulkas, seperti:
 
1.      Telur
2.      Tepung Terigu
3.      Tepung Bumbu
4.      Sosis
5.      Saos
6.      Mayones
7.      Keju
8.      Mentega


Semua bahan diatas saya prioritaskan selalu tersedia, karena banyak sekali kemudahan dan bisa membuat apa saja seperti cemilan atau makanan utaman. Juga saat rasa malas masak melanda, cukup dengan telor ceplok atau srcambel egg ditaburi keju mantap!


#Day5
#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari
 

Minggu, 16 Juli 2017

Melatih Kemandirian Day4



Fase: Diberi pilihan tugas!

Hari minnggu ini rencana berjalan lancar. Anak-anak bangun tepat waktu dan langsung ke kamar mandi, meski awalnya ogah-ogahan takut gelap. Karena lampu kamar mandi dari malam putus. Setelah dibetulkan oleh ayahnya, akhirnya anak-anak berebut duluan ke kamar mandi untuk gosok gigi dan wudhu. Akhirnya mereka shalat subuh tepat waktu meski tak berjamaah ke masjid.

Setelah semua selesai, mereka ngemil pagi dulu lalu saya beri mereka pilihan. Untuk Teteh Nisa saya beri pilihan:
  
1.      Mau Cuci Piring                           
2.      Cuci Baju 
3.   Nyapu dan Ngepel

           Teteh memilih: Nyapu dan Ngepel



Untuk Hanif saya juga memberi pilihan yang sama:
1.      Mau Cuci Piring
2.      Cuci Baju
3.      Nyapu dan Ngepel
Hanif memilih: Cuci Baju

Alhmdulillah, anak-anak ketika diberi pilihan. Konsisten pada pilihannya dan mereka senang mengerjakannya. Spesial untuk Ayah yang berhasil mengganti lampu yang mati😘😘😘



#Day4
#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari

Sabtu, 15 Juli 2017

Fase-fase Anak..


 
Ada sebuah tulisan yang membahas tentang bagaimana memperlakukan anak-anak dari berbagai fase yang mereka lewati. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW bahwa anak-anak itu akan mengalami fase di setiap tahun ke-7nya.

Tujuh tahun pertama:
Seorang anak itu adalah layaknya seorang raja. Artinya apa? Raja itu kan berkuasa, dan suka-suka memerintah siapa pun yang ada di sekitarnya.
Dikuatkan dengan pernyataan seorang psikolog spesialis anak, hal seperti ini diterapkan oleh orangtua dengan cara, membebaskan seorang anak untuk bermain, berekspresi, sesuai dengan perkembang jiwanya. "Biarkan anak-anak memerintah kita. Karena memang di saat seperti itulah waktunya untuk mengembangkan ekspresinya,"

Tujuh Tahun kedua:
Seorang anak harus diterapkan layaknya seorang asisten yang harus menaati atasanya, seorang anak harus menuruti semua yang orangtua perintahkan kepadanya.

Tahun Ketiga:
Seorang anak diibaratkan sebagai seorang menteri, di mana seorang anak harus sudah mampu bertanggungjawab dengan apa yang dilakukannya terhadap semua yang dilakukannya.

Dan anak-anak saya saat ini mengalami fase yang kedua, yaitu fase menjadi  asisten


#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Day2Tantangan10hari