Selasa, 11 Juli 2017

Anak Banyak Jajan, boleh enggak sih?

Seorang ibu membentak anaknya karena sang anak tak henti-hentinya minta uang jajan, padahal hari itu sang anak telah habis Rp 10.000,- sang anak menangis sejadi-jadinya sehingga akhirnya sang ibu memberikannya uang selesailah tangisnya namun tidak ada sejam anak itu kembali merengek dan menangis meminta uang jajan lagi. Padahal tak jarang sang anak cuma “lapar mata” apa yang ia beli belum tentu dimakan. Semua orangtua tentu pernah mengalami kasus seperti ini, dimana sang anak tak henti-hentinya minta jajan disertai dengan rengekan, tangisan bahkan sampai berguling-guling di lantai, mereka lakukan semuannya agar permintaannya dipenuhi orang tua.

Kata “jajan” seolah menyatu dengan hidup anak-anak, mereka mengenal “jajan” ternyata lewat orang-orang terdekatnya. Namun entah bagaimana bisa mereka menyandingkan “minta jajan dengan merengek”. Padahal kemampuan berpikir anak belum sepenuhnya mengerti soal nilai dan fungsi uang, yang mereka mengerti, kalau membeli sesuatu harus memberikan uang pada si pedagang setelah itu pedagang akan memberikan dagangannya. Yang perlu dikhawatirkan bila anak jajan berlebihan akan  menumbuhkan sikap konsumtif dan boros, serta kwalitas jajanan yang kurang sehat bisa menganggu kesehatan mereka.



Menurut dr Zulehah Hidayati pendiri komunitas Rumah Parenting, Jajan itu boleh namun ada beberapa syarat yang membatasinya yaitu : Jajan hanya sesekali saja, tidak jadi kebiasaan, Jajan tidak berlebihan, dan Jajanlah makanan yang sehat. Sebenarnya anak-anak merengek saat meminta jajan penyebabnya adalah tanpa sadar para orang tua suka mengajak anak jajan saat mereka mulai rewel atau merengek, padahal saat itu yang mereka inginkan adalah perhatian lebih atau pelukan dari orang tua. Jadi seandainya anak mulai agak rewel, ajaklah ia bermain, bercerita, makan bersama dan dengarkan keluh kesahnya sehingga anak lupa keinginannya untuk jajan. (Feli Mulyani)

Dipublikasikan juga disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar