Selasa, 20 Juni 2017

ALIRAN RASA

"To be the best communicator with yourself"

        
Mengerjakan tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang, mengingatkan saya pada jurusan kuliah dulu, yaitu Komunikasi Penyiaran! Ceritanya saya ingin menjadi seorang penyiar radio namun sayangnya, saya kurang bersungguh-sungguh menjalaninya, kesempatan demi kesempatan yang bisa membuat cita-cita itu lebih cemerlang saya abaikan begitu saja. Bahkan setelah melewati beberapa semester, saya merasa salah jurusan hingga saya tidak menikmati setiap episode-episode yang datang depan mata. Meski akhirnya saya lulus cum laude namun entahlah aku merasa ada kekosongan dalam hati. Sayangnya aku tak bisa menerjemahkan isi hatiku itu, Astagfirullah!

Sekarang baru menyesali kebodoahan saya itu, Allah SWT sudah menakdirkan saya bisa kuliah dengan berbagai kemudahan, mempertemukan dengan teman-teman seangkatan yang luarbiasa.  Serta berbagai pelajaran hidup yang menempa saat masa-masa kuliah dahulu. Menumbuhkan sisi kepahaman untuk selalu percaya pada diri sendiri karena hidup akan selalu diwarnai dengan berbagai ujian dan berbagai rintangan. Tetapi yang lebih mengharukan, dalam kondisi sesulit apapun Allah SWT akan bimbing kita untuk selalu di jalanNya.

Sabtu, 17 Juni 2017

Bahasa Kami Penuh Dengan Rasa Cinta…



Poin: Komunikasi Keluarga
========================================
           
Sejak 11 tahun terakhir, saya sadari bahwa status ini sudah berganti. Dari single menjadi double bahkan kini Quadruple. Membuat saya tak bisa seenaknya lagi dalam berfikir dan bertindak, ada mereka yang selalu “menguntit” dibelakang. Namun saya bahagia karena kehadiran mereka hidup saya semakin berwarna. Anugerah indah yang Allah SWT berikan untuk saya ini. Membuat saya ingin terus belajar, bertumbuh dan berbenah diri.
Bagaimana memahami suami dengan segala problematikannya menjadi kepala keluarga, pencari nafkah sekaligus ayah dari anak-anak. Serta belajar memahami anak-anak yang terus berkembang pola pikirnya sesuai dengan kemajuan teknologi. Anak-anak yang sering mengejutkan saya dengan semua ide-ide briliannya. Karena mereka adalah tumpuan hidup saya, alasan untuk tetap semangat menjalani hari-hari. Mereka adalah tiket saya menuju surgaNya. Doa-doa mereka adalah kendaraan saya menapaki setiap jengkal kehidupan ini. 


Kami berempat mengalami suka duka menjadi peratauan, jauh dari keluarga dan sanak saudara membuat ikatan bathin kita begitu kuat. Terlebih lagi saat kita memutuskan untuk menjalankan Homeschooling anak-anak semakin dekat dan semakin kreatif.  Seperti waktu itu anak-anak berkeinginan melihat matahari terbit di laut Bontang Kuala, kami menyetujui karena letaknya yang tidak begitu jauh serta cuaca yang sangat mendukung. Sesaat sampai di Bontang Kuala, kami menyaksikan kebesaran Allah SWT pergantian malam menuju pagi. Dengan terbitnya matahari yang indah menerangi semesta, semoga semakin meneragi masa depan kita juga.  

#level1
#Day17
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#KuliahBunsayIIP

Jumat, 16 Juni 2017

Mereka hanya membutuhkan teladan!



Poin : Mengganti NASEHAT dengan "REFLEKSI PENGALAMAN"
Komunikasi bersama Anak-anak
===============================

            Mendidik anak-anak merupakan tugas utama para orangtua, namun dalam menjalaninya memang tidak mudah. Terkadang melewati berbagai permasalahan-permasalahan anak yang kian hari kian mengerikan, seperti narkoba, pergaulan bebas dan pornografi membuat kita seperti ingin menyerah. Namun tentu menyerah bukanlah sebuah jalan keluar yang baik, karena justru dengan menyerah akan muncul lagi berbagai masalah yang disebabkan karena pengabaian tersebut.
            Anak-anak yang memiliki fitrah baik dan suci sejak lahir, membuat kita seharusnya semakin sadar jika pengaruh baik dari keluarga dan lingkungan akan membuat fitrah baik dan suci itu semakin bertumbuh. Sebaliknya jika diabaikan dan dibiarkan dia akan menjadi tanaman layu sebelum berkembang.
Maka itu sebelum terlambat, sebelum menyesal dikemudian hari, saya jadikan setiap momen kebersamaan dengan anak-anak semakin seru, akrab dan menyenangkan. Saya merefleksikan nasihat dengan menceritakan pengalaman-pengalaman masalalu pada mereka. Yang luar biasa mereka menjadi semakin antusias dan bersemangat mendengarnya.
Kembali memeluk mereka karena mereka amanah Allah SWT untuk kita, doa mereka kelaklah yang akan menyelamatkan kita di akhirat. Semoga kita bisa menjadikan diri kita, orangtua yang shalihah agar kelak anak-anak kita menjadi sholeh dan sholehah. Aamin ya rabbal’alamin..


#level1
#Day16
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#KuliahBunsayIIP

Kamis, 15 Juni 2017

Terus Mencoba



Poin: Keep Information Short & Simple (KISS)
=======================================
           




Terkadang kita sendirilah –para orangtua- yang membuat rumit setiap perintah, sehingga anak-anak sulit untuk memahami dan menjalankan apa yang diperintahkan orangtuanya.
Hari ini saya tersentak oleh Annisa, saat saya memintannya membereskan kasur:
Ummi : Annisa beresin kasurnya dong, terus itu baju yang numpuknya dilipet, handuk basahnya dijemur!
Seketika Annisa masih terdiam lalu direbahan lagi di kasur. Untuk kedua kalinya saya ulangi perintah diatas dengan nada sedikit keras.
Annisa : Iyah, Mi tapi nisa bingung yang mana dulu yang harus nisa kerjain?
            Dari sana saya sadar, duh saking ingin semuanya cepat selesai. Akhirnya saya memberondong perintah pada Annisa, sejak saat itu saya mulai mencoba Keep Information Short & Simple (KISS) ini merupakan tantangan semoga menjadi kebiasaan.


#level1
#Day15
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#KuliahBunsayIIP



Dingatkan tentang Kematian

Poin: Komunikasi dengan diri sendiri
=======================================
           

Menjelang 10 ramadhan terakhir ini, banyak hal yang membuatku akhirnya berkesimpulan bahwa  “Kematian Itu Dekat dan Tak Bisa dihindari” bukti firman Allah SWT:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ
 تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).


            Semenjak artis Yana Zein dan Julia Perez wafat, lalu kemarin juga grup Tulis n Bisnis yang saya ikuti dibanjirin ungkapan belasungkawa atas meninggalnya sang calon suami, padahal beliau sehat wal afiat dan pasca lebaran nanti mereka akan melangsungkan pernikahan. Berita terakhir juga yang meninggal sedang shalat isya dalam posisi bersujud dan tidak bangkit lagi.

            Ini menjadi ingatan buat diri pribadi bahwa kematian itu tidak pernah bisa kita duga, semoga kita diberikan kemudahan untuk mendekatkan diri di ramadahan terakhir ini. Agar kelak khusunul khatimal dan gelar istimewalah sebagai hamba yang kita persembahkan saat kelak bertemu dengan Rabb kita nanti. Aamin ya raab…

#level1
#Day14
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#KuliahBunsayIIP