Sabtu, 08 April 2017

Semua Berawal dari Cinta






Menjadi orangtua memang tidak ada sekolahnya. Padahal tugas orangtua sangat berat yaitu: mendidik dan mencetak generasi yang berguna untuk bangsa dan agama. Tugas berat  yang diturunkan oleh Allah SWT untuk para orangtua ini, tentu sebanding dengan balasan yang akan didapat oleh para orangtua yang sukses mencetak anak-anaknya menjadi generasi yang shaleh dan terbaik. Untuk mendapatkan anak yang shaleh dan terbaik, tidak terwujud begitu saja. Terlebih lagi di zaman yang serba canggih ini. Dan mendidik mereka tidak hanya berdasarkan insting semata, yang semuanya dibiarkan mengalir begitu saja.

Update Pengumpulan NHW#11





1. NHW#11_IIPJepara

#SusiErnawati

2. NHW#11_IIPPekanbaru
#Ismi Afriyanti
#Nurliza.R

3.NHW#11_IIPKaltimra
#Cindy Kartika Sari
#Setio Rini
#Syukriah Hamzah
#Ratna Dewi Anggarini
#Dewi Graha Kartika
#Astrian Sutriana
#Aish Lyes
#Dwipujilestari Bermantiko
#Feli Mulyani
#Ratih Arumskripsianingtiyas

Selasa, 04 April 2017

Selamatkan Anak dari Para Predator



Emak, akhir-akhir ini pemberitaan TV dan media lainnya sangat memprihatikan dan mencemaskan ya? Apalagi sejak muncul berita penculikan dan kejahatan asusila yang sebagian besar menyasar anak-anak usia di bawah 13 tahun. Termasuk salah satu kasus yang bermula dari ditemukannya sebuah akun grup tertutup Facebook yang anggotanya notabene adalah predator anak. Tentu tak bisa dipungkiri, hal ini sangat mengkhawatirkan kita semua, teruama para orang tua yang memiliki anak usia SD.

Mungkin saja ada korelasinya antara kasus penculikan dan terkuaknya kasus predator anak. Misalnya, saat anak-anak tersebut diculik, para penculiknya melakukan kekerasan fisik serta seksual, bahkan tak jarang berujung pada jual beli organ tubuh anak. Mengerikan sekali!

"Pengasuh Setia" Anak bukan Gagdet



Kesibukan kita sebagai Emak setiap harinya sangat luar biasa. Baik buat Emak yang menjadi full time mom maupun Emak yang working mom sehingga waktu membersamai anak menjadi sangat terbatas. Terkadang kita mengambil jalan tengah untuk mengatasi masalah ini, yaitu memberikan anak gagdet untuk mengalihkan keinginan mereka “mengganggu” kita.

Sekilas kita tenang ya saat anak-anak bermain dengan gagdet di rumah? Sebenarnya secara tidak langsung, saat Emak tak bisa menemani secara full maka gagdet akan berubah peran menjadi “pengasuh setia” anak. Padahal sejatinya, gadget diciptakan untuk memudahkan kita dalam segala hal; bertukar pesan, menjelajah dunia maya, sampai membaca berita-berita terkini dari seluruh dunia. Bukan sebagai pengganti diri kita.

Tips Berbelanja dengan Cermat, Cerdas dan Hemat


Berbelanja adalah kegiatan yang rutin kita lakukan. Entah setiap hari, tiga hari sekali bahkan setiap bulan sekali. Belanja adalah aktifitas menukar uang dengan barang yang kita butuhkan sehari-hari.

Namun saat berbelanja terkadang kita lupa diri ya Emak, karena tak punya persiapan yang matang akhirnya keliru membeli barang kebutuhan. Barang yang sangat perlu akhirnya tidak terbeli, karena kita malah membeli barang-barang yang membuat kita tertarik membelinya.

Hal ini tentu akan berdampak pada pola pengeluaran keuangan kita, yang membengkak dan sulit untuk kita kendalikan. Jika hal ini terus menerus terjadi, akhirnya pada pertengahan bulan keuangan kita akan ketar-ketir karena masih jauh ke tanggal gajihan namun keuangan sudah hampir menipis.

Anak Tantrum, Mama Mengila!




Miris sekali melihat seorang ibu yang dipukuli dan dimakimaki anaknya yang baru berumur 5 tahun. Entah apa masalahnya, si anak berteriakteriak, “Mama gila…! Mama gila...!” sambil memukul-mukul dan menendang-nendang ibunya. Sang ibu juga marah dan memukul balik sang anak. Saya beranikan diri untuk bertanya  pada sang ibu, “Apa di rumah gitu juga, suka mukul?”. “Ya, tapi kalau di rumah saya kurung kalau begini”, jawabnya dengan masih tampak kemarahan di wajahnya.

Keluarga Bahagia dengan Teknik Time Out Time out adalah suatu cara untuk mengendalikan marah dan menghentikan perilaku buruk anak, dengan memberikannya kesempatan untuk menenangkan diri dan berpikir kembali atas perbuatan yang dilakukannya. Membiarkan anak melakukan perilaku buruk di depan kita itu membuat anak merasa bahwa tindakannya itu diperbolehkan bahkan didukung oleh orang tuanya (buktinya orangtua membiarkan mereka melakukan).