Rabu, 13 September 2017

Belajar Memahami Pola Belajar Anak Day7



Edisi : Mengenal Gaya Belajar Kinestetik

Anak-anak bergaya belajar kinestetik, itu merekan akan sangat senang dan cepat mengerti bila informasi yang harus diserapnya terlebih dahulu “dicontohkan” atau ia membayangkan orang lain melakukan hal yang akan dipelajarinya.
Anak dengan tipe kinestetik belajar melalui gerak, emosi dan sentuhan. Modalitas ini mengakses pada gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik. Berikut ciri-ciri tipe belajar kinestetik yaitu :

 

Keterangan
Annisa
Hanif
Catatan
Berbicara dengan perlahan
Hanif dan Annisa memiliki point ceklist yang sama pada gaya belajar kinestektik ini.
Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka saat berbicara
Berdiri berdekatan saat berbicara dengan orang
Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
-
-
Belajar melalui memanipulasi dan praktik

Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca

Banyak menggunakan isyarat tubuh

Tidak dapat diam untuk waktu yang lama

Tidak dapat mengingat geografis, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu.

Menyukai permainan yang menyibukkan

Mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca, suka mengetuk-ngetuk pena, jari, atau kaki saat mendengarkan
-
-

Ingin melakukan segala sesuatu

Total Ceklis
11
11


Dalam sebuah penenlitian menyebutkan, anak-anak kinestetik pada beberapa kasus gemar mengulik sesuatu yang disukainya. Bila ini terjadi, maka tak perlu menerima penjelasan orang lain atau membaca manual, maka ia bisa menemukannya sendiri.
Beikut i tips agar kecerdasan kinestetis anak terus terasah :
1.  Libatkan anak dalam kegiatan menarik, drama, olahraga.
2. Sediakan beragam permainan kreatif -lilin malam, tanah liat,  blok-- untuk percobaannya.
3. Berjalan, melompat mendaki, main boling, tenis, atau bersepeda bersama.
4. Nikmati aktivitas di luar seperti permainan seluncur, ayunan, dan lainnya.
5. Berikan tugas seperti menyapu, menata meja makan, mengosongkan tempat sampah, membantu memasak, dan berkebun.
6. Libatkan dalam permainan fisik yang bersifat sosial seperti petak umpet, menebak kata dari gerakan tubuh.
7. Bermain menggunakan tubuh untuk mengekspresikan emosi seperti melompat-lompat bila gembira, mengerutkan kening bila marah, dan sebagainya.
Bontang, september 2017

#Day7
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar