Jumat, 12 Mei 2017

Ramadhan Bersama Bumbu Dapur




Ramadhan tahun ini akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena tahun ini kita berada di sebuah kota salah satu  penghasil Migas terbesar di Indonesia. Karena suami mendapat tugas kerja di sini untuk beberapa tahun, alhasil kita sekeluarga diboyong kesini.
Saya sangat excited saat suami mengabarkan dirinya akan dimutasi kerja keluar propinsi. Dan saya sangat tertantang karena untuk pertama kalinya, selama hampir 20 tahun hidup (akhirnya), bisa menghirup dan menginjakkan kaki di tanah orang.
Menjelang ramadhan pertama di tanah perantauan, jauh dari keluarga dan saudara membuat saya berfikir keras tentang banyak hal, terutama tentang bagaimana menyiapkan menu-menu makanan untuk sahur dan berbuka. Agar suami serta anak-anak semakin bersemangat menjalankan ibadah puasanya. Dulu saat masih dekat dengan keluarga, saya selalu santai saja. Masih ada ibu dan ART yang memikirkan serta menyiapkan semua. Tugas saya hanya membantu menghidangkannya di meja makan. 

Saat ini sepertinya harus berpikir keras, jika ingin menghadirkan seorang ART yang bisa fulltime di rumah. Karena biaya hidup di sini sangat tinggi, seperti beberapa orang menyebutkan kalau kota ini adalah kota termahal di Kalimantan Timur. Saya hanya diam saja ketika mendengarnya, karena menurut saya itu relatif, mahal atau tidak sebenarnya bagaimana cara kita bergaya hidup di sini.
Akhirnya saya sendirian yang harus terjun langsung ke dapur, hal yang sebenarnya jarang dibiasakan dari jaman dulu. Ya, begitulah adanya ART yang fulltime di rumah. Jadi untuk segala hal apapun akan selalu mengandalkannya setiap saat.  Beberapa hari ini saya sudah mulai membuat daftar menu-menu apa saja yang akan dihidangkan, berserta bumbu-bumbu dapur yang alami bukan bumbu-bumbu instan. Ibu ku tak pernah menyertakan penyedap atau bumbu instan dalam setiap masakannya. Hasilnya memang sedap luarbiasa mungkin juga karena sambil beliau menyertakan doa-doa dan cinta saat mengolah masakanya.
Tekad saya yang ingin menjadi ibu rumah tangga dengan seutuhnya hehe, plus menjadi koki keluarga akhirnya belajar memasak dan meleburkan diri dengan aroma-aroma bumbu yang membangkitkan kerinduan pada ibu. Saya mulai menyapa berbagai jenis bawang, menyapa berbagai jenis temu lawak dan bermain dengan berbagai macam bahan mentah daging, ikan dan sayur. Agar ramadhan ini suami dan anak-anak tetap sehat dan berenergi dengan makanan yang bergizi tinggi.
Setelah berkenalan dengan bumbu dapur beres lalu saya mengolah mereka agar jam memasak saya pada bulan ramadhan tidak terlalu menyita waktu. Sayang banget kan kalau ramadhannya terlewat begitu saja. Akhirnya saya mengunakan beberapa tips agar waktu memasak jadi lebih efisian
Sehingga waktu bisa lebih efisien untuk mengerjakan yang lain seperti baca quran, menemani anak dan menulis. Ya, menulis memang menjadi hobi saya sejak SMP namun saat itu tidak pernah diseriuskan. Hanya sekedar mencurahkan isi hati saja, hanya menceritakan keinginan-keinginan sesaat dan khalayan-khayalan tentang seseorang yang kini menjadi suami ciee...
Menulis menurut saya, membantu meringankan hati yang sedang berat, mengembalikan semangat yang sudah kendur dan menjadi tempat pelarian saya dari segala permasalahan. Namun ternyata manfaat menulis itu luarbiasa sekali, saya kutip dari buku Menulis dengan Cinta karya Muthi Masfuah bahwa menekuni dunia menulis itu memiliki banyak manfaatnya selain memfungsikan kedua belah otak manusia, penggalian potensi dan akualisasi diri. Karena menulis kita menjadi diri sendiri, mampu memiliki mimpi, cinta dan kepedulian.
Sayangnya saya saat itu berhenti menulis setelah menjadi stay at home mom, karena tak pandai mengolah waktu jadi semuanya menguap tak berbekas. Semoga dengan mengikuti Kelas Menulis Online ini, semangat saya untuk menulis bisa bangkit dan pandai mencari waktu unruk mengayunkan pena lagi. Sehingga saat ramadhan nanti diisi dengan menulis, menulis dan menulis kisah serta cerita di tanah perantauan ini. (Feli Mulyani)

     
 #KMOIndonesia
#KMOClub09
#RamadhanProduktif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar