Rabu, 10 Mei 2017

Ramadhan Bersama Ayah




Ayah… Ramdhan tinggal menghitung hari. Bulan penuh keagungan ini spesial Allah SWT berikan kepada hambaNya untuk membuktikan pengabdian cintanya kepada sang Khaliq. Perjuangan menahan lapar dan dahaga, menahan diri dari amarah, menjaga akhlak terpuji, menjaga kualitas ibadah sungguh luar biasa.
Ayah… anak-anak rindu kebersamaan dengan mu lagi. Setelah ramadhan berlalu , suasana kebersamaan itu terasa kurang. Anak-anak rindu dengan suasana makan dan minum bersama saat berbuka puasa, meski puasa mereka terkadang belum penuh. Tapi kehangatan dan kebersamaan saat berbuka puasa memberi nilai lebih untuk mereka. Walaupun ayah kadang harus berjuang membangunkan mereka untuk sahur.

Membangunkannya dengan lembut menuntun mereka untuk membasuh muka sampai mendudukannya agar bisa nyaman menikmati makan sahur. Ayah juga menceriakan anak-anak denngan membantu ibu memasak, menghidangkan makanan kesukaan anak-anak. Bagi ibu, it’s so sweet dibantu ayah memasak.
Ibu merasa sangat dihargai dan diperhatikan karena ayah turut membantu pekerjaan rumah. Kami merasa pelayanan ayah pada kami menujukkan tentang sayang dan sabarnya ayah pada kami.
Ummu Hafidz

Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama (QS. Al Furqaan: 74)


Tulisan ini diambil dari  Majalah Humaira No. 4/11/1433


Tidak ada komentar:

Posting Komentar