Rabu, 14 Juni 2017

Saat sakit saat intropkesi diri




Poin : Komunikasi diri sendiri
======================

Ramadhan ini penuh drama harus bolak balik ke klinik, sempat bertahan untuk tidak bocor puasa karena sakit terpaksa menyerah. Karena rasa sakit yang luar biasa ini, mengharuskan saya harus minum obat. Yap, sakit gigi siapapun pasti menyerah dengan yang satu ini, kepala pusing, tidur tidak bisa nyenyak, semangat kerja hilang, nafsu makan menurun  dan cepat tersulut semosi jika mendengar kegaduhan.
Saya tetap berpikir positif atas sakit saya ini, akhirnya Allah SWT menakdirkan saya sakit setelah BPJS dari perusahaan suami sudah aktif.  Dan alhmdulillahnya juga pas ke Klinik selalu dalam keadaan poli gigi kosong jadi cepat ditangani. Namun terlepas dari semua itu tentu saya ingin selalu sehat, karena sehat adalah segalanya.
Menurut dokter sakit gigi saya ini, akibat dari turunnya gusi.  Penurunan gusi pun menjadi pencetus ngilu yang dirasakan oleh gigi. Saat penurunan gusi terjadi, lama-kelamaan akar gigi mulai terekspos. Akibatnya, rangsang panas, dingin, atau asam bisa langsung mengenai saraf dan timbullah rasa ngilu yang berlebihan. Menumpuknya sisa makanan pada gigi dan celah gusi juga menjadi masalah lainnya. Cara membersihkan gigi yang tidak benar membuat sisa makanan menumpuk, yang akhirnya menjadi plak dan lama kelamaan menjadi karang gigi. Kebiasaan menyikat gigi yang terlalu keras pun dinilai bisa membuat gusi menurun. Pasalnya, jika tekanan terlalu besar mengganggu struktur gigi.


Mulai saat ini saya katakan pada diri sendiri, BISA menjaga gigi dengan pola hidup yang lebih baik, mengosok gigi sesuai aturan dan selalu memeriksakan gigi ke dokter. Saya juga mengajak anak-anak dan suami untuk lebih menjaga gigi mereka. Karena semua hal yang Allah SWT berikan secara gratis pada tubuh kita ini, semuanya berharga maka jagalah, rawatlah!

#level1
#Day13
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#KuliahBunsayIIP




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar